Thursday, January 3, 2019

Rumahnya Digeruduk Mobil Polda, Andi Arief: Mohon Hentikan Pak Presiden!

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
Jurnalpolitik.id - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengaku rumahnya di Lampung, digeruduk mobil Polda. Namun dia tidak menyebutkan maksud dan tujuan Polisi mendatangi rumahnya.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun twitternya. Dia menyayangkan langkah ke polisian langsung mendatangi rumahnya. Padahal, Andi berjanji datang ke kantor polisi jika diminta.

BACA JUGAKubu Jokowi Polisikan Andi Arief soal Hoax Surat Suara Tercoblos

"Rumah saya di lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik2 kalau saya diperlukan," tulis Andi Arief melalui akun twitternya.

Dikonfirmasi, Andi menyebut rumahnya yang digeruduk berlokasi di Kedaton, Bandar Lampung. Andi mengaku diberi kabar soal penggerudukan rumahnya oleh seorang kerabat.

"Rumah saya di Lampung yang di Kedaton. Orang yang di Lampung telepon," sebut Andi.

Via Twitter, Andi kembali mencuitkan perihal pengakuan rumahnya digeruduk. Dia meminta Presiden Jokowi turun tangan.

"Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden," tulis Andi di Twitter.
Rumah saya di lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik2 kalau saya diperlukan.
868 people are talking about this

Sebelumnya, nama Andi Arief disebut-sebut dalam isu penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

BACA JUGAAktivis 98 Surabaya Kirim Suplemen Otak Buat Andi Arief

Nama Andi Arief terseret persoalan tersebut lantaran sebelumnya memposting di akun Twitternya tentang isu adanya surat suara yang sudah dicoblos.

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar," cuit Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief, Rabu 2 Januari 2019.

Postingan Andi dipersoalan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menilai pernyataan Andi bersifat provokasi dan membahayakan. Hasto juga menilai kicauan Andi di Twitter memenuhi delik hukum.
close