Wednesday, January 2, 2019

Soal Munculnya Busa Di Kali Item, Anies Salahkan Warga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi Kali Item atau Kali Sentiong yang dipenuhi busa detergen Rumah Tangga, Rabu (2/1/2019). (Foto:Wildan Catra Mulia)
Jurnalpolitik.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Kali Item atau Kali Sentiong yang berada di belakang wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Kedatangannya untuk melihat kali tersebut yang 'diserang' busa putih.

Anies mengatakan busa di Kali Item timbul karena limbah detergen yang dibuang warga.

Busa itu, kata Anies, muncul saat pompa mengalirkan air dari Kali Item ke Kali Sentiong. Kandungan limbah detergen pun teraduk dan membentuk busa.

"Kita lihat bahwa limbah detergen dari berbagai sumber, khususnya rumah tangga itu sangat luar biasa tinggi," kata Anies usai melakukan peninjauan ke Kali Sentiong, Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019).

Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta tidak bisa berbuat banyak. Pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal pun akan berdampak minim karena limbah detergen bersumber dari rumah tangga.

Baca JugaSolusi Banjir Jakarta, Anies: Simpel kok Cuma Buat Lubang

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai dibutuhkan regulasi tingkat pusat untuk mengatur penggunaan detergen keras.

"Saya akan mengatur untuk bisa bicara dengan menteri perindustrian, menteri perdagangan. Agar ada regulasi yang lebih baik yang menyangkut detergen di Indonesia," ucap Anies.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan penggunaan detergen di Indonesia merupakan tipe keras yang dapat mebahayakan baik bagi sungai maupun manusia. Penggunaan mengenai detergen, dia menyebut, sebenarnya sudah diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 4594 Tahun 2010.

"Jadi kalau kita bandingkan dengan negara-negara maju mereka sudah menggunakan yang namanya soft detergen di mana tidak ada kandungan fosfat. Di kita masih menggunakan batasan-batasan yang pada tahap detergen yang digunakan pasti akan menghasilkan busa," ujar Adji.

Isnawa mengungkapkan, kebanyakan rumah tangga menerapkan deterjen yang mengeluarkan busa banyak merupakan yang terbaik. Padahal asumsi seperti itu merupakan hal yang salah namun terus dipakai warga.

"Rumah tangga banyak menghasilkan limbah-limbah domestik yang kemarin masuk ke saluran-saluran dan berakhir di sungai kita," kata Adji menegaskan.

Kali Item di belakang Wisma Atlet Kemayoran kembali menjadi perbincangan hangat setelah munculnya busa tebal yang menutupi kali pada Selasa (1/1/2019). Pemandangan tersebut tersebar melalui media sosial.

Baca JugaAnies: Pemasangan Kain Waring Dilakukan untuk Kurangi Bau Kali di Dekat Wisma Atlet

Seperti yang terlihat, Rabu (2/1/2019) buih-buih busa masih terlihat di dekat Jembatan Jubilee School.

Selain itu, aroma tak sedap Kali Item masih tercium sangat menyengat.

Empat petugas kebersihan sedang membersihkan Kali Item dari sampah-sampah yang tergenang di kali.

Menurut Ibrahim (45) warga sekitar Kali Item, busa di Kali Item pada Selasa (1/1/2019) akibat dari pompa air di antara Waduk Sunter Selatan 1 dan Kali Item. Pompa air dinyalakan pada saat debit air di Waduk Sunter Selatan 1 melebihi kapasitas.

"Setahu saya, pompa air beroperasi ketika air di Waduk Sunter Selatan 1 melebihi kapasitas lalu air itu dibuang ke Kali Item," kata dia. "Ketika pompa air jalan, jadi seperti gerobokan dan itu yang bikin berbusa."

Ahmad, warga lainnya, mengatakan busa memang kerap muncul, hanya saja kemunculannya tidak selalu terjadi.

"Hari ini busa muncul lagi, busa nya tidak sebanyak kemarin, cuma di pinggir-pinggir kali," ucap Ahmad.
close