Monday, January 7, 2019

Jokowi: Pendapatan Pemerintah Tumbuh 102 Persen



Jurnalpolitik.id - Presiden Joko Widodo "Jokowi" membuka sidang Paripurna Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/1). Sidang dihadiri seluruh Menteri Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam pembukaan sidang, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada Kabinet Kerja atas capaian penerimaan negara tembus 102,5%.

Jokowi mengungkap rasa senang dan bangganya terhadap hasil yang dicapai pemerintah pada 2018.

"Di awal tahun 2019 saya ucapkan terima kasih kepada seluruh menteri kabinet kerja, Kapolri, Panglima, Atas kerja sama, kerja bersama kita, di tahun 2018," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

BACA JUGA310 Anggota DPR Absen di Paripurna Awal Tahun

Jokowi menyebutkan, capaian kinerja APBN 2018 mulai dari asumsi dasar perekonomian hingga realisasi postur memberikan hasil yang baik.

"Alhamdulillah perekonomian kita tumbuh positif, kita perkirakan tumbuh 5,15%, inflasi juga rendah di bawah 3,5%, nilai tukar juga terus bisa dijaga, realisasi juga kredibel, defisit laporan terakhir 1,76% dari PDB, kemudian keseimbangan primer juga negatif Rp 1,8 triliun sudah mendekati nol, patut kita garis bawahi, jauh lebih baik dari rencana APBN," tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan realisasi pendapatan di tahun kemarin yang tembus 102,5% atau setara Rp 1.942,3 triliun dari target APBN. Serta, belanja negara yang mencapai 99,2%.

Meski memiliki hasil yang baik di 2019, Mantan Wali Kota Solo ini meminta kepada jajaran menteri kabinet kerja dan seluruh kepala lembaga negara nasional untuk mewaspadai ketidakpastian global demi menjaga momentum perekonomian nasional.

"Saya minta konsolidasi antara sektor riil, dunia usaha, dunia industri dengan moneter dengan fiskal, dirancang bisa terkonsolidasi dengan baik," tutur Jokowi.


Ekonomi Indonesia Akan Terus Tumbuh

Sementara itu, pengusaha Muda Erick Tohir meyakini ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dan bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya. 


"Walau masih saja ada kalangan tertentu yang memprediksi bangsa ini akan hancur, atau punah, namun jika dilihat lebih seksama, justru inilah saat yang tepat bagi bangsa kita untuk lebih maju dan berdiri sejajar dengan bangsa lain yang lebih dulu maju," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/1/2019).

"Banyak momen fenomenal dicapai bangsa ini selama 2018 di segala bidang, sehingga sungguh tepat jika tahun depan kita meneruskan dan meningkatkan apa yang sudah diraih,” sambungnya

Erick menambahkan, untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dibutuhkan kondisi ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang stabil dan terus meningkat.

"Dalam tahap inilah, saya yakin dan optimistis, pilpres dan pileg 2019 nanti akan berjalan lancar karena mayoritas masyarakat Indonesia pada dasarnya menginginkan situasi kondusif dan kemajuan yang telah dicapai pemerintahan Jokowi terus bertahan dan meningkat,” ungkap Erick.

Pendiri dan komisaris utama Mahaka Grup itu menilai berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah, untuk menyongsong revolusi industri 4.0 sudah sangat tepat.

Pemerintah, lanjut Erick, telah mendorong angkatan kerja di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi internet, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing.

"Bahkan, kalangan pengusaha, generasi muda, dan juga milenial juga didorong memanfaatkan teknologi digital lebih optimal dalam perindustrian nasional dan juga berinovasi teknologi melalui pengembangan perusahaan rintisan atau start-up. Untuk itu, saya ajak semua kalangan yang akan meneruskan estafet dan tanggung jawab negara ini, tetap optimistis dan memberikan dukungan optimal,” ujar Erick.

Khusus terhadap generasi muda dan milenial, Erick terus mengajak mereka untuk lebih menggeluti dunia bisnis atau berwirausaha.

"Saya berharap generasi muda Indonesia jangan hanya konsumtif. Tetapi harus hijrah sebagai generasi muda yang produktif. Indonesia memerlukan lebih banyak pengusaha.

Dengan semakin banyak lahirnya wirausahawan akan semakin banyak juga usaha yang tercipta. Pada akhirnya, usaha-usaha baru tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja,” tukasnya.
close