Friday, January 4, 2019

Demokrat Tunggu Intruksi Andi Arief untuk Laporkan PSI ke Polisi


Jurnalpolitik.id - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, pihaknya akan melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) Grace Natalie dan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni ke polisi karena telah membuat award untuk Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief.

PSI sebelumnya memberikan penghargaan "Kebohongan Ter-halu" untuk Andi Arief atas kasus hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos.

BACA JUGAPSI Beri 'Kebohongan Award' untuk Prabowo, Sandiaga dan Andi Arief

Ferdinand mengatakan, laporan akan langsung dibuat begitu Divisi Advokat dan Bantuan Hukum Partai Demokrat mendapat izin dari Andi Arief yang dianggap sebagai korban.

"Karena korbannya adalah Andi Arief, tentu kami membutuhkan persetujuan dari dia untuk melaporkan PSI. Kalau Andi Arief menyatakan silakan laporkan, kami akan jadi kuasa hukumnya," ujar Ferdinand ketika dihubungi, Jumat (4/1/2019).

Dipilihnya Grace Natalie dan Raja Juli Antoni sebagai terlapor, kata Ferdinand, lantaran kedua orang ini dianggap paling bertanggungjawab atas penghargaan ini. Apalagi dalam piagam yamg diterima, terdapat tanda tangan keduanya.

"Karena tanda tangan itu adalah pertanggungjawaban," tegasnya.

Piagam dan piala dari PSI dikirimkan dengan ojek online ke Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat sore.

Setelah melihat kiriman itu, Ferdinand menyimpulkan apa yang dilakukan PSI adalah bentuk fitnah dan pencemaran nama baik. Terlebih lagi, award tersebut dibuat tanpa kriteria dan sistem penjurian yang jelas.

"PSI hanya menjadikan asumsinya sendiri kemudian menjustifikasi orang lain sebagai pembohong," kata dia.

Dia menyayangkan sikap PSI yang menyerang pribadi kader Partai Demokrat.

Menurutnya, perbedaan pandangan dan perdebatan antara partai politik adalah hal biasa. Namun, menyerang secara personal adalah hal yang tidak tepat.

"Menyerang pribadi itu nol besar adabnya dalam politik," ujar Ferdinand.

PSI Imemberi penghargaan kebohongan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Selain itu, penghargaan kebohongan juga diberikan kepada Andi Arief.

"Penghargaan ini diberikan karena baru awal 2019 sudah terjadi tsunami kebohongan yang dilakukan oleh mereka bertiga," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

BACA JUGASoal 'Kebohongan Award', Tim Prabowo: PSI Alay Politik

Dalam acara jumpa pers itu, PSI turut menyiapkan tiga buah piala yang ditujukan untuk Prabowo, Sandi, dan Andi. Ada juga tiga buah piagam yang telah dibingkai.

Prabowo mendapat penghargaan kebohongan ter-lebay awal tahun 2019. Penghargaan itu diberikan atas pernyataan Prabowo uang menyebut selang darah RSCM dipakai 40 kali.

Sementara, Sandiaga mendapat penghargaan kebohongan ter-hqq awal tahun 2019. Penghargaan ini atas pernyataan Sandiaga bahwa Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dibangun tanpa utang. Namun dalam kenyataannya, ada pinjaman yang dilakukan untuk membiayai pembangunan tol tersebut.

Terakhir, Andi Arief mendapat penghargaan kebohongan ter-halu awal tahun 2019. Ini karena Andi dianggap ikut menyebarkan hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

close