Monday, December 10, 2018

Tak Takut Disanksi PAN, Ketua DPW Kalsel Justru Menggertak

Muhidin mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin. (Dok. Istimewa)

Jurnalpolitik.id - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan Muhidin tak gentar bila harus disanksi partai karena mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia justru berbalik menggertak DPP PAN dan menyatakan 200 ribu kader siap ikut dia.

"Kalau kader aku, di Kalsel yang sudah terdata lebih dari 200 ribu orang. Mereka bersumpah ikut aku, mereka bilang 'demi Allah ikut aku'. Kalau aku diberhentikan, insyaallah dia ikut berhenti juga," kata Muhidin.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN sudah menyatakan akan menindak Muhidin karena mendeklarasikan dukungannya untuk Jokowi-Ma'ruf pada Minggu, 9 Desember 2018. Muhidin tak takut dan tetap pada pendiriannya untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Baca Juga: PAN Akan Berikan Sanksi Ketua DPW Kalsel yang Dukung Jokowi-Ma'ruf

"Anggotaku ini lebih dari 200 ribu orang. Sudah pakai surat 'ikut Pak Haji Muhidin'," tuturnya.

Muhidin pun balik bertanya ke DPP PAN terkait amanat dari PAN untuk membesarkan partai di Kalsel. Dengan mendukung Jokowi-Ma'ruf, menurutnya adalah sebuah langkah untuk memenuhi amanat itu.

"Jadi apakah harus membesarkan partai atau gimana?" kata Muhidin.

Dalam keterangan tertulisnya, ada sejumlah alasan kenapa DPW PAN Kalsel mengalihkan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin. Tapi, yang paling utama pengalihan dukungan itu terjadi karena mayoritas rakyat Kalsel telah melihat dan merasakan kerja pembangunan di era Jokowi.

"Pembangunan harus dilakukan dua periode. Karena kalau hanya satu kali, program pemerintah tidak maksimal," ujar Muhidin.

Foto-foto deklarasi dukungan DPW PAN Provinsi Kalsel untuk Jokowi-Ma'ruf. (Foto: Istimewa)

Seperti diketahui, PAN mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Meski begitu, DPW PAN Kalsel tak mengikuti garis perintah partai dan justru mendeklarasikan dukungannya untuk Jokowi-Ma'ruf.

Muhidin juga menyebut, dirinya memastikan pengurus pusat PAN tahu soal rencana dan memahami alasan deklarasi tersebut meski sejauh ini belum ada tanggapan dari DPP PAN.

Ia mengaku akan menunggu reaksi DPP PAN atas perbedaan sikap serta posisi itu. Selain itu, pihaknya juga mengaku siap menerima sanksi apapun dari partainya atas sikap tersebut.
close