Wednesday, December 5, 2018

Sandi Uno: Nabi Yusuf Butuh Waktu 7 Tahun, Saya Cukup 3 Tahun Untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia





Jurnalpolitik.id - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno yakin jika diberi mandat rakyat untuk memimpin Indonesia dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019 bakal bisa memulihkan kondisi ekonomi bangsa Indonesia hanya dalam waktu 3 tahun.

Hal itu disampaikan Sandi saat menghadiri Dialog Ekonomi dan Entrepreuner di Surabaya, Selasa, 4 Desember 2018

"Kalau Nabi Yusuf butuh waktu 7 tahun untuk mengatasi krisis. Insya Allah, saya dengan pak Prabowo cukup tiga tahun untuk memulihkan perekonomian Indonesia," kata Sandi 

Ia juga mengkritik pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan pemerintahan saat ini tanpa melihat kemampuan keuangan negara. Akibatnya, untuk menutup biaya infrastruktur negara harus menumpuk hutang.


“Kalau penerimaan tetap dan pengeluaran tinggi, maka akan terjadi defisit dan untuk menutupnya pasti hutang bahkan menjual aset negara. Makanya kita harus ubah mindset dalam mengelola negara ini,” tegasnya.

Dari sisi neraca impor dan ekspor, kata Sandi, Indonesia juga mengalami defisit karena pola pikir pemerintah saat ini mengedepankan kalau bisa impor kenapa harus produksi sendiri, sehingga barang impor membanjiri dalam negeri hingga pelaku UMKM kalah bersaing di negeri sendiri dan mengancam kemandirian pangan nasional.

“Kita sedih negeri kita subur tapi impor pangan, laut kita luas tapi import ikan bahkan garis pantai terpanjang nomor 3 dunia tapi kita import garam. Kran impor dibuka lebar-lebar itu hanya menguntungkan para mafia import. Kalau diberi amanah memimpin, kami akan hadir untuk wujudkan swasembada pangan dan energi serta mengubah maidset tak butuh 9 naga penguasa,” tegasnya disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Sandi memaparkan dalam menjalankan hal ini, ia mengaku memiliki beberapa cara. Misalnya saja, dalam tiga tahun ke depan, ia akan menghentikan impor yang tak perlu dan melakukan pembangunan infrastruktur, namun lebih terprogram.

"Misalnya kita bisa berhemat selama 3 tahun ke depan, kita hentikan impor yang tidak kita perlukan. Kita lakukan pembangunan infrastruktur yang lebih tinggi tapi lebih terprogram dengan baik. Kita akan bisa balikkan keadaan ekonomi ini 3 tahun ke depan," paparnya. 

Selain itu, Sandi menambahkan jika Indonesia ingin maju, pemerintah dan pengusaha harus duduk bersama dan bersinergi. Bagi Sandi pengusaha bisa jadi mitra pemerintah untuk mengembangkan ekonomi.

"Dunia usaha harus duduk bersama-sama pemerintah, dunia usaha harus menjadi mitra pemerintah. Sehingga nanti investasi yang diperlukan untuk 3 tahun selanjutnya di mana kita mudah-mudahan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih. Dunia usaha pemerintah harus bersinergi, dan pemerintah nggak bisa sendiri untuk membuka lapangan kerja," pungkasnya.


Sebelum mengakhiri dialog, Sandi juga sempat membagikan tips kepada pelaku UMKM supaya bisa survive yakni terus melakukan inovasi, berani mengambil resiko dan proaktif atau jemput bola ke konsumen serta  pasar. “UMKM harus bisa mengakses pasar, memiliki SDM handal dan akases permodalan, itulah kunci supaya bisa sukses jadi pengusaha,” imbuhnya.

Ia juga semakin optimis karena saat menyapa langsung  masyarakat selama 3 bulan berjalan dengan 800 titik di seluruh Indonesia mendapat sambutan yang positif bahkan luar biasa khususnya dari emak-emak. Apalagi pemilih dari generasi millenial jumlahnya cukup banyak memiliki tipikal jauh berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.

“Generasi millenial itu maunya pemerintah yang otentik tak suka pencitraan dan suka apa adanya bukan ada apanya. Masih ada 139 hari, silahkan berpikir. Kalau mau perubahan di Indonesia maka Prabowo-Sandi jawabannya. Saya yakin akan ada perubahan pada 14 April 2019. Takbir, Allahumma Sholli Ala Muhammad,” pungkas Sandiaga Uno. (ud)
close