Sunday, December 23, 2018

Prabowo Sebut Ekonomi Indonesia Saat Ini Salah Jalan




Jurnalpolitik.id - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri pengajian Ahad Pagi yang diadakan di Gedung Pusat Majelis Tafsir Alquran (MTA) Solo, Minggu 23 Desember 2018.

Prabowo, dihadapan ribuan jemaah MTA, menyampaikan soal kondisi Indonesia yang negara kaya, tetapi banyak rakyatnya yang miskin.

"Saya ada hal-hal yang harus disampaikan ke sesama warga negara Indonesia. Saya wajib menyampaikan suatu gejala, fakta, fenomena yang terjadi di negara kita. Dan, hal ini, sudah berlangsung berapa puluh tahun, yakni negara kita sekarang ini, berada di jalan yang keliru di bidang ekonomi khususnya," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo: Saya Wakafkan Hidup Ini untuk Negara

Bahkan, kata Prabowo, jalan tersebut yang tidak mungkin membawa rakyat Indonesia menuju sejahtera, karena kekayaan bangsa dalam keadaan sistem ekonomi seperti sekarang, tidak tinggal di Indonesia.

"Kekayaan Bangsa Indonesia diambil keluar dari negara ini. Hal ini, akibat masalah kondisi yang dialami sekarang," ucap Prabowo.

Dia kemudian memaparkan penghitungan ekonomi yang menyebut penghasilan rata-rata penduduk Indonesia per tahun sebesar USD 3.800. Prabowo menyebut angka tersebut tidak tepat, sebab kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang.

"Satu persen orang menikmati hampir setengah kekayaan bangsa Indonesia. Penghasilan rakyat Indonesia kurang dari Rp 30 ribu per hari, berarti kurang dari Rp 1 juta per bulan," katanya.

"Artinya apa, kita setingkat dengan negara miskin Afrika. Setelah 73 tahun merdeka, Indonesia setingkat Rwanda, Sierra Leone, Haiti, Chad dan pulau-pulau kecil yang tidak kita ketahui di mana letaknya," ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo menyampaikan bahwa pemikirannya sudah dituangkan dalam bukunya berjudul Paradoks Indonesia, yakni negara kaya tetapi banyak rakyatnya miskin. Buku itu lalu diserahkan kepada MTA untuk dibagikan kepada jemaah.

"Saya akan memberikan 1.000 buku, dan nanti bagaimana membagikan kepada majelis MTA ini," katanya.

Padahal, Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia, dan keenam terkaya di dunia. Produksi kelapa sawit terbesar di dunia, timah, emas, nikel, dan batu bara produksinya juga tertinggi, tetapi keuntungannya tidak di Indonesia.



Sambutan Ahmad Sukina

Di sela-sela pengajian itu, pendiri MTA lantas menyambut kehadiran calon presiden (carpres) 02, Prabowo Subianto yang duduk di temani Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Tanpa panjang lebar, Sukina mengatakan jika ada dua carpres yang tengah berlaga dalam Pilpres 2019.

"Beliau (Prabowo Subianto) itu carpres, satu mesti jadi," kata Sukina di hadapan ribuan jamaah di gedung MTA lantai II, Jalan Rongggowarsito, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Namun, Sukina menjelaskan jika yang dimaksud satu tersebut yakni jika salah satu capres akan memenangi Pilpres 2019 pada April mendatang.

"Yang dimaksud satu itu, ya salah satu, kan tidak mungkin dua-duanya jadi presiden," kata dia disambut ger-geran.

Dia menegaskan, jika MTA bukan partai politik atau organisasi masyarakat (ormas) yang berafiliasi dengan politik.

"Bukan karena beliau (Prabowo Subianto) datang jamaah meluap, tetapi setiap minggu pagi ya gini, beliau itu silaturahmi," jelasnya.

"Kalau tidak percaya jamaah meluap, silahkan datang ke sini setiap minggu pagi."

Adapun Prabowo Subianto sempat diberikan ruang untuk berbicara di depan jamaah dari pukul 11.26 hingga 11.44.

"Saya grogi, biasanya saya diminta bicara kebangsaan, ekonomi hingga politik," akunya.

"Saya akan ngomongin yang lain, negara kita berada di jalan yang keliru," ucap dia mengawali sambutan.

Menurutnya dengan tata kelola yang salah, tidak akan mungkin membawa rakyat sejahtera.

"Kekayaan bangsa tidak tinggal di Indonesia, kita semakin lemah dan tidak kuat," jelasnya berapi-api.
close