Monday, December 31, 2018

Novel Baswedan Tanggapi Pernyataan Andi Arief Soal Donor Mata

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan (tengah) FOTO/Reno Esnir
Jurnalpolitik.id - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menanggapi pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menantang Presiden Joko Widodo memberikan satu matanya ke dirinya yang jadi korban penyiraman air keras. Menurut Novel, seharusnya Jokowi mau mengungkap pelaku yang menyerangnya.

"Bagi saya sederhana saja, Jokowi ungkap penyerang saya dan penyerang orang-orang di KPK yang menculik menteror dan lain sebagainya, itu realistis," ujar Novel Baswedan seperti dikutip Detik, Senin (31/12).


Penyidik senior KPK ini berharap Jokowi memiliki kemauan untuk ungkap pelaku. Dia juga memanjatkan doa khusus untuk Jokowi berkaitan dengan hal ini.

"Dan jelas harusnya Jokowi mau (ungkap pelaku), kita doakan beliau berani," lanjutnya.

Sebelumnya, Andi Arief mengkritik Jokowi yang menurutnya gagal menuntaskan kasus HAM yang melibatkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Kalau masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pebunuhan masa lalu, sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada sebelah matanya, Jokowi ngapain aja?" kicaunya lewat akun Twitter @AndiArief_, Minggu (30/12).

Baca JugaKabareskrim Tanggapi Andi Arief Soal Mata Jokowi untuk Novel Baswedan

Andi mengatakan, pembahasan soal penculikan dan pembunuhan masa lalu akan relevan jika Jokowi mau memberi sebelah matanya pada Novel Baswedan. Menurut Andi, percuma Jokowi punya mata tapi tak mampu menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Kenapa mata Pak Jokowi? Karena percuma punya mata tapi tau mau melihat persoalan yg mudah ini untuk diselesaikan," kata Andi.
close