Wednesday, December 5, 2018

Menolak Mundur dari PSSI, Edy Rahmayadi: “Sampai Titik Darah Penghabisan”

Edy Rahmayadi tak akan mundur dari posisi Ketua Umum PSSI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Jurnalpolitik.id - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, menegaskan dirinya akan tetap bertahan hingga masa jabatannya berakhir pada 2020, meski banyak tekanan yang memintanya untuk mundur.

Hal itu diutarakan Edy saat silaturahmi dengan awak media di kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu, 5 Desember 2018.

Alasan Edy tetap bertahan di tengah tekanan yang menderanya, karena dia ingin PSSI harus mencapai cita-citanya. Dia ingin Indonesia juara piala dunia.

"Saya akan tetap bertahan karena jabatan belum habis dan menginginkan PSSI bisa mencapai cita-cita," katanya.

Baca Juga: Terungkap, Edy Rahmayadi Sudah Pernah Minta Mundur dari PSSI

Mantan Pangkostrad itu mengakui beberapa pekan  terakhir dirinya banyak mendapat hinaan atau sorotan dari masyarakat akibat hasil minor yang diraih timnas senior pada kejuaraan Piala AFF lalu. Bahkan sebelumnya diminta mundur dengan alasan dia menjabat Gubernur Sumut.

Edy menegaskan siap menerima hinaan dan tetap bertahan hingga akhir jabatan karena masih memiliki tanggung jawab. "Tapi, yang buat saya sedih, karena anak saya sedih karena tak ingin ayahnya dicerca. Kata anak saya, Ayah sudahlah (berhenti jadi Ketua PSSI)," katanya.

Edy mengaku sempat berpikir untuk mundur dari Ketua Umum PSSI. Akan tetapi rencana itu bukan disebabkan ia tak bisa menangani persoalan yang dihadapi PSSI, melainkan kepentingan pribadinya yang tak ingin menjadi sasaran bully dari berbagai pihak.

"Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya kepengin santai, tak ingin di bully-bully," ucap Edy memberikan penjelasan.

Baca Juga: Soal Kegagalan Timnas Indonesia, Menpora: Tanya Ketua Umum PSSI

Menurut Edy, PSSI adalah pemersatu seluruh rakyat Indonesia. Dia akan tetap bertahan hingga 2020 di akhir masa jabatannya. "Sampai titik darah penghabisan, saya akan laksanakan tugas amanat rakyat. PSSI untuk berkibar di nusantara," kata Edy yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumut itu.

Meski rangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus Gubernur Sumut, Edy menegaskan bahwa dirinya bukan gila jabatan. Dia juga menyesalkan tak ada yang menyanjungnya. 

"Karena di PSSI ini, begitu menang tak ada yang menyanjung saya, malah orang yang memakai kesenangan ini. Tapi begitu kalah, Edy Out. Saya mau tenang, santai, bukan karena saya tak bisa membina. Saya bawaan lahir memang begini. Saya tak gila jabatan, Pangkostrad pun saya tinggalkan apalagi hanya Ketua Umum PSSI," tuturnya.

Edy itu menyatakan, dirinya sudah menyiapkan program PSSI hingga tahun 2045. Saat ini, katanya mulai lahir "pujangga pujangga" bola Indonesia. '"Usia 16 sampai 19 tahun dan perlu terus dikawal hingga sampai 2024 akan berkibar," ujarnya.

Sebelumnya, tagar Edy Out sempat meramaikan jagat media sosial. Bahkan sejumlah pengamat sepak bola juga sudah membunyikan sinyal agar Edy mundur. 

close