Friday, December 21, 2018

Mahfud MD: Di Zaman Gus Dur Nggak Ada Menteri yang Korupsi

Mahfud Md (Usman Hadi)
Jurnalpolitik.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai hanya di era pemerintahan Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) korupsi tidak pernah terjadi. 

Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara di acara haul ke-9 mantan Presiden ke-4 RI itu, di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12/2018) dinihari.

"Di pemerintahan di Indonesia zaman Gus Dur ada nggak menteri yang korupsi. Enggak ada," kata Mahfud seperti dikutip detik.com.

Mahfud mengatakan, saat Gus Dur memerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, lembaga negara ataupun kementerian bebas dari korupsi.

Baca Juga: OTT Kemenpora, Gerinda: Cebong Tak Usah Ngeyel, Ucapan Prabowo Tepat!

"Ada kasus dulu itu kasus bulog tapi itu dulu bukan pemerintahan, itu di swasta dengan swasta," ujarnya.

Mahfud menegaskan sosok Gus Dur tidak main-main dalam pemberantasan korupsi, bahkan orang yang terindikasi melakukan korupsi pun dipecat terlebih dahulu, meski belum tentu terbukti melakukannya.

"Kalau zaman Gus Dur, main-main Anda korupsi ya di sikat. Kadangkala belum diteliti betul, dipecat duluan, kadangkala. Begitu kerasnya Gus Dur pada korupsi," kata Mahfud.

Selain tegas terhadap korupsi, Mahfud mengatakan Gus Dur tak pernah berkompromi ketika memilih pejabat tinggi, seperti saat dirinya dipilih menjadi Menteri Pertahanan.

"Saya diambil Gus Dur ibaratnya dari semak-semak. Saya tiba-tiba jadi Menhan, semua orang kaget. Ini orang siapa, dicari di file CIA Amerika juga enggak ada," ungkapnya.

Sikap tegas tersebut, menurut Mahfud, muncul dari prinsip Gus Dur yang selalu mengutamakan kepentingan manusia di atas politik. Tidak seperti sekarang yang menurutnya malah mengorbankan manusia untuk kepentingan politik.

Baca Juga: Lunas! 51% Saham Freport Milik Indonesia

"Ajaran penting Gus Dur bahwa politik itu harus diletakkan dalam kerangka kepentingan manusia yaitu manusia Indonesia. Oleh sebab itu tidak boleh manusia dikorbankan, untuk kepentingan poltik dengan berbagai tipu daya berita-berita hoax, perpecahan dan sebagaimya. Saya kira itu, ini momentum yang tepat kita mau pilpres mau pileg dan kemudian ada topik politik di atas kemanusian, poltik tidak lebih penting dari kemanusiaan," tutur Mahfud.

Sejumlah tokoh juga turut hadir selain Mahfud Md ialah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jimly Asshiddiqie, Agum Gumelar, seniman Sujiwo Tejo, hingga penyair Zawawi Imron. Tak lama berselang, hadir Komando Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
close