Monday, December 31, 2018

KPU soal Tes Baca Al-Qur'an: Bukan Syarat Pencalonan Capres-Cawapres

Komisioner KPU Ilham Saputra(Fitria Chusna Farisa)
Jurnalpolitik.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra mengatakan, bahwa tes baca Al-Quran untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak menjadi syarat pencalonan pilpres. Hal itu juga tidak diatur dalam UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Dengan kata lain, jika tidak hadir, paslon yang bersangkutan tetap dapat rangkaian Pilpres 2019.
Pernyataan Ilham itu menanggapi Dewan Ikatan Dai Aceh yang mengusulkan supaya digelar tes baca Al-Quran untuk paslon pilpres 2019.

"Peraturan perundang-undangan tidak mengatur soal itu dan tidak menjadi syarat pencalonan," ucap Ilham melalui pesan singkat, Senin (31/12/2018).

Baca JugaTimses: Jokowi Siap Terima Tantangan Tes Baca Alquran

Ilham tidak mengatakan KPU melarang atau membolehklan suatu organisasi atau kelompok mengadakan acara yang melibatkan paslon peserta Pilpres 2019. Dia juga tidak menyebut KPU membolehkan atau melarang organisasi melibatkan capres-cawapres dalam acara yang tidak berkaitan dengan kampanye visi dan misi.

Dia hanya mempersilakan kontestan Pilpres 2019 jika ingin menghadiri acara tes baca Alquran yang ingin diadakan Ikatan Dai Aceh.

"Jika calon mau hadir silakan saja. Tapi sekali lagi tidak mempengaruhi syarat pencalonan," kata Ilham.

Baca JugaJokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiga Ditantang Tes Baca Al-Quran Dewan Ikatan Dai Aceh

Sebelumnya, Ikatan Dai Aceh berencana mengadakan tes baca Alquran capres-cawapres.

Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Da'i Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak mengamini hasil tes baca Alquran tidak akan mempengaruhi sikap KPU. Namun, dia berharap tes itu dapat menyudahi politik identitas yang marak di ruang publik.

"Untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Alquran kepada kedua pasangan calon," kata Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu (29/12) seperti dikutip dari Antara.

"Tes membaca Alquran akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019," kata Marsyuddin.

Sejauh ini, sejumlah pihak sudah angkat suara mengenai rencana Ikatan Dai Aceh. Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyatakan siap menghadiri tes baca Alquran.

Di sisi lain, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberi sinyal tidak akan mengikuti acara yang dihelat Ikatan Dai Aceh. Juru Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Sodik Mudjahid menganggap tes tersebut tidak perlu dilakukan.

"Kemampuan membaca Alquran bukan syarat tapi sebagai advantage saja. Sehingga tes baca tulis tidak perlu dilakukan," kata Juru Debat BPN Sodik Mujahid dalam keterangan tertulis, Minggu (30/12).


Sodik mengamini pemahaman Alquran memang penting di negara Indonesia yang mayoritas masyarakat beragama Islam. Namun, dia menekankan lebih penting untuk mengamalkan isi Alquran di Indonesia daripada untuk sekadar uji kemampuan baca. 



"Tapi yang sangat dan lebih penting adalah pemahaman terhadap isinya dan bagaimana mengamalkannya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45," ujar Sodik.

close