Thursday, December 6, 2018

KPK: Rekaman CCTV Novel Baswedan Sudah Diserahkan ke Polri


Juru Bicara KPK, Febri Diansyah


Jurnalpolitik.id - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut CCTV di rumah Novel Baswedan diambil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemudian salinannya dikirimkan kepada Polri.

Faktor inilah, menurut Ombudsman, yang membuat pengusutan perkara penyiraman air keras terhadap Novel, mandek hingga sekarang.

"Rekaman CCTV di kediaman Novel Baswedan disita pihak lain atau KPK," ucap komisioner Ombudsman Adrianus Meliala di kantornya, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (6/12).

"Itu bukti kan, tapi diambil oleh KPK dan akhirnya KPK menyerahkan kloningnya kepada Polri. Kloning kan sesuatu yang tidak bisa diterima secara hukum. Kami melihatnya sebagai hambatan," imbuh Adrianus.


Menanggapi akan adanya hal tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut ada yang kurang tepat dari pemahaman Ombudsman terkait hal tersebut. Justru, kata Febri, KPK telah memberikan salinan master CCTV tersebut pada penyidik Polri yang menangani kasus tersebut.

"Kalau dikatakan KPK menyita CCTV, kami pastikan itu keliru. Kami tidak melakukan penyitaan CCTV,"jelas dia. 

"Justru KPK telah memberikan salinan master CCTV tersebut pada penyidik Polri yang menangani kasus tersebut," imbuh Febri.

Mantan aktivis ICW ini juga menuturkan pemasangan CCTV merupakan bagian dari mitigasi risiko terhadap pegawai KPK. Mengingat, sebut Febri, Novel merupakan korban penyerangan.

"Selain itu, jangan sampai Novel menjadi korban untuk kedua kalinya. Novel telah menjadi korban penyerangan yang sampai saat ini masih berdampak pada mata Novel, jangan sampai korban malah diberikan beban untuk membuktikan," tuturnya.


Ia menyatakan bahwa Novel sebelumnya telah diperiksa beberapa kali bahkan saat pemeriksaan di Singapura didampingi oleh pimpinan KPK saat itu.

"Novel sebelumnya telah diperiksa beberapa kali, bahkan saat pemeriksaan di Singapura didampingi oleh Pimpinan KPK saat itu. Jadi keliru juga jika ada pihak-pihak yang mengatakan Novel belum pernah diperiksa sebelumnya," ungkap Febri.

Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.


close