Tuesday, December 4, 2018

Kisah Korban Selamat dari Pembantaian KKB, Pura-Pura Mati untuk Melarikan Diri

Foto: Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beraktivitas di pegunungan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. (Foto: Antara)


Jurnalpolitik.id -  Salah seorang saksi selamat dari peristiwa penembakan dan pembunuhan sadis yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Jimmy Aritonang, menceritakan upaya ia dan rekannya menyelamatkan diri dari aksi separatis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, Jimmy dan ke-24 lainnya digiring oleh KKB menuju Kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat, pada 1 Desember 2018. Korban dikawal 50 personel KKB.

"Keesokan harinya, Minggu tanggal 2 Desember 2018 pukul 07.00 seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit Puncak Kabo. Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok," kata Kapendam dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/12/2018).


Tak lama kemudian, para KKB secara sadis menembak para pekerja itu. Akibat kejadian itu, para pekerja tewas di tempat. Namun, 11 pekerja lainnya pura-pura mati terkena tembakan, untuk selanjutnya melarikan diri.

"Sebagian pekerja tertembak mati di tempat, sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah," katanya.

KKB kemudian meninggalkan para korban untuk melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo. Sebanyak 11 orang yang pura-pura mati itu kemudian berusaha bangkit dan melarikan diri.

Nahasnya, kata Aidi, usaha mereka melarikan dilihat oleh KKB. KKB kemudian melakukan pengejaran terhadap ke-11 orang yang berusaha kabur dengan luka tembak tersebut.

"5 orang tertangkap dan digorok oleh KKB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah 2 orang di antaranya belum ditemukan," kata Aidi.

Ia melanjutkan, 4 orang lainnya (di antaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Kapendam mengatakan, menurut keterangan Jimmy Aritonang, jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng bukit Puncak Kabo adalah 19 orang.

Sementara itu, pada 4 Desember 2018, TNI/Polri berhasil menduduki wilayah Mbua. "Personel TNI/Polri kemudian menyelamatkan dan mengevakuasi korban," ujarnya.

Jimmi yang saat ini berada di penampungan evakuasi korban selamat di Wamena Kabupaten Jayawijaya saat ini tengah menjalani massa pemulihan atas trauma yang dialaminya. 

Meski demikian, Jimmi sekarang kondisinya dalam keadaan baik, kabar itu dituturkan oleh kakak ipar Jimmi, Lefrend Siahaan.


“Luar saya (adik ipar). Kondisinya baik. Kami tadi malam sempat melihatnya. Tapi sampai saat ini dia masih di tempat penampungan. Sampai saat ini kita belum bisa lama-lama bersamanya. Tapi yang penting dia selamat,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (4/12/2018).

Menurut Lefrend, adik iparnya baru saja bergabung dengan PT Istaka Karya sebagai mandor (kepala tukang) untuk pembangunan jembatan di Nduga. 

Sekarang Lefrend sudah memberikan informasi kepada sanak keluarga mereka di Balige, Sumatra Utara, tentang kabar Jimmi, ayah empat anak ini, selamat. 

“Kini keluarga besar kami sudah lega. Begitu mengetahui dia selamat. Terima kasih Tuhan Yesus. Mukjizat mu selalu kamu berikan kepada kami. Terima kasih Tuhan,” ucap Lefrend.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf. Muhamad Aidi menjelaskan, dari keterangan korban yang selamat, dipastikan 19 orang karyawan PT Istaka Karya tewas dibunuh KKB. 

Sampai saat ini belum ada kabar aparat penegak hukum telah sampai di lokasi kejadian. Hal itu disebabkan medan yang berat untuk sampai ke sana.


close