Sunday, December 9, 2018

DKI Masuk Kota Toleransi Terendah, Anies Minta Setara Institute Terbuka Soal Riset

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan


Jurnalpolitik.id - Indeks Kota Toleran (IKT) yang dikeluarkan Setara Institute menempatkan Jakarta di urutan ke-92. Hasil survei itu langsung ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam indeks itu, Setara menyusun peringkat kota paling toleran berdasarkan praktik-praktik toleransi di kota-kota di Indonesia. Ada 94 kota yang tingkat toleransinya diperiksa.

Beberapa poin yang diamati ialah kebebasan beragama, kesetaraan gender, serta inklusi sosial dijamin dan dilindungi UU. Selain itu, pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota terkait toleransi juga diperhatikan.

Baca Juga: FATWA MUI: BERPOLITIK DI MASJID DIPERBOLEHKAN

Mantan Mendikbud itu meminta Setara Institute untuk terbuka soal data kuesioner dalam survei Indeks Kota Toleransi di 94 kota di Indonesia 2018.

"Saya ingin baca nanti studinya, studi apapun kita harus baca supaya kita ketahui dan saya menganjurkan kepada Setara untuk mengumumkan daftar pertanyaannya kepada publik, kuesionernya, seluruh kuesionernya," kata Anies di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).

Menurutnya, publikasi daftar pertanyaan survei kepada publik penting, sebab kemungkinan daftar pertanyaan sengaja disusun untuk mengarah pada satu jawaban tertentu.

"Karena bisa saja pertanyaan itu disusun untuk mendapatkan jawaban tertentu. Misalnya gini, Anda seorang muslim, saya tanya apakah Anda salat 5 waktu? Cenderung menjawab iya, betul kan. Jadi pertanyaannya pun juga harus diuji," ujar Anies.

Selain itu, Anies meminta ahli statistik lain ikut menghitung indeks yang dikeluarkan Setara mengenai kota toleran, apakah valid atau tidak.

"Dan saya mengundang kepada para ahli statistik, ahli pengukuran ilmu sosial untuk mereview instrumennya, memastikan bahwa validitas, reabilitas dalam instrumen itu valid," kata Anies.

Baca Juga: JOKOWI MASUK "THE MUSLIM 500", GERINDRA TETAP YAKIN PRABOWO IDOLANYA UMAT ISLAM

Sebelumnya, Ketua Setara Intitute Hendardi menilai, Jakarta perlu belajar dari tetangganya yakni Bekasi yang masuk 10 besar kota paling toleran. Penilaian tertinggi indeks kota toleran (IKT) adalah Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Sembilan kota lain yang toleransi tinggi adalah Salatiga, Pematang Siantar, Manado, Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon, Binjau dan Surabaya.

Menurutnya, Jakarta dan Bekasi memiliki kesamaan yakni warga yang heterogen.

"Betul harus belajar dari Bekasi, sebagai penyangga Jakarta. Ini menarik, penting pengembangan studi terhadap bekasi kota penyangga yang heterogen, yang enggak beda dengan Jakarta tapi bisa menjadi masuk 10 kota toleran. (Jakarta) harus banyak belajar," ucap Hendardi.

Hendardi mengatakan, penyebab Jakarta masuk 10 besar Kota toleransi terendah karena Jakarta adalah pusat politik dan kekuasaan.

"Masih banyak hambatannya, Anda tahulah berbagai aksi aksi dan sebagainya yang berbendera politik identitas masih sering terjadi di Jakarta," ucap dia.

close