Thursday, December 6, 2018

Diperiksa 11 Jam, Habib Bahar Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Habib Bahar penuhi panggilan Bareskrim. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Jurnalpolitik.id - Tim Kuasa hukum Pendiri Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith, mengungkapkan, kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terkait dugaan kasus ujaran kebencian. 

Kepastian ini didapat setelah Habib Bahar menjalani pemeriksaan selama hampir 11 jam sejak pukul 11.30 WIB di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

“Hasilnya beliau (Habib Bahar) ditetapkan tersangka,” ujar pengacara Bahar bin Smith, Aziz Yanuar usai pemeriksaan.

Aziz menuturkan, kliennya dicecar 24 pertanyaan menyangkut hal-hal pribadi serta ceramahnya di Palembang. 


Menurut Aziz, tim kuasa hukum akan mendiskusikan terkait status tersangka Bahar bin Smith. 

Sedianya Bahar diperiksa pada Senin (3/12/2018). Namun, Bahar mengaku tak menerima surat panggilan pemeriksaan lantaran sedang berada di pondok pesantren.

Ia mengatakan, penyidik menetapkan tersangka Habib Bahar dengan sejumlah pasal. Di antaranya adalah Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 45 juncto Pasal 28 Ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan Pasal 207 KUHP.

Pihak kuasa hukum akan melakukan pembahasan kembali pasca-Habib Bahar menjadi tersangka. "Kita akan diskusi lagi menyikapi status tersangka itu," jelasnya.

Azis memastikan usai menjalani pemeriksaan, Habib Bahar belum dilakukan penahanan. Penyidik, lanjut dia, mempersilakan Habib Bahar keluar terlebih dulu sekira pukul 22.30 WIB.

"Tadi Habib sudah duluan karena ada keperluan," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono menuturkan, pemeriksaan terhadap Bahar bin Smith telah masuk dalam penyidikan. 

Syahar menuturkan, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.


Sebelumnya, Bahar bin Smith dilaporkan oleh Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia ke Polisi beberapa hari lalu. dituding telah menebar ujaran kebencian lantaran menghina Presiden Joko Widodo dengan sebutan 'banci' dalam ceramahnya di Palembang, Sumatera Selatan. Laporan tersebut didaftarkan oleh seorang bernama La Kamarudin pada Rabu kemarin (28/11). 

Dia diduga melanggar Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

Sementara itu, laporan yang sama juga dilayangkan Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid di Polda Metro Jaya. Menurut Muannas, ucapan Bahar bin Smith telah merendahkan Presiden Jokowi.

close