Sunday, December 30, 2018

Amien Rais Akhirnya Buka Suara soal Desakan Mundur dari PAN

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (Johan Tallo)
Jurnalpolitik.id - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, angkat bicara terkait desakan lima pendiri partai yang memintanya mundur.

Menurutnya surat terbuka yang dibuat oleh lima pendiri PAN itu muncul karena perbedaan dukungan dalam mendukung Capres dan Cawapres di Pilpres 2019.

"Mereka semua mendukung Jokowi. Saya dukung Prabowo. Itu saja," ujar Amien usai mengisi pengajian refleksi akhir tahun di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Senin (31/12/2018).

Amien menuturkan jika surat terbuka dari pendiri PAN itu merupakan hal yang lucu. Sebab menurut Amien para pendiri PAN seperti Goenawan Mohamad yang membuat surat terbuka untuk dirinya ini sudah tak lagi menjadi bagian dari PAN, dan sudah mengundurkan diri.

"Ya, memang (pembuat surat terbuka sudah mengundurkan diri dari PAN). Itu lucunya. Lucunya," ungkap Amien.

Baca Juga: Fadli Zon Sebut Penentang Amien Rais Parasit Demokrasi

Mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini tak mau menanggapi surat terbuka, dan manuver dari para pendiri PAN tersebut. Amien menuturkan jika sudah banyak politikus lain yang angkat bicara tentang masalah tersebut.

"Ya itu bagi saya memang enggak perlu saya tanggapi, karena sudah banyak yang menanggapi," ujar Amien.

Amien menganggap desakan sejumlah pendiri PAN agar dirinya mengundurkan diri sudah selesai. Dia enggan menanggapinya, tapi dia berjanji bila waktunya sudah tepat maka dia akan memberikan jawaban yang lebih komprehensif.

"Jadi buat saya itu sudah selesai. Tapi kalau mau dibawa lagi nanti ada waktunya (untuk menanggapinya dengan lebih detail)," lanjutnya.

Baca Juga: Isi Lengkap Surat Terbuka Pendiri PAN untuk Amien Rais

Sebelumnya, beberapa pendiri PAN meminta Amien Rais mundur. Mereka yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toety Heraty, dan Zumrotin. Kelimanya meminta Amien Rais mundur dan menyerahkan partai ke generasi berikutnya.

Mereka juga menganggap Amien Rais selalu menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan. Ini dinilai bertentangan dengan komitmen didirikannya partai itu.
close