Friday, May 18, 2018

Rapat Paripurna DPR, 417 Anggota Dewan Absen

Jurnalpolitik.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna pembukaan masa persidangan V di gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Namun, dari 560 jumlah anggota dewan, hanya 143 orang yang hadir. 417 anggota lainnya absen -- 60 di antaranya meminta izin.

Pimpinan DPR yang hadir ialah Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Taufik Kurniawan, Utut Adianto dan Agus Hermanto. Hanya Fahri Hamzah yang absen.

Rapat dibuka tepat pada pukul 10.00 WIB.

Adapun agenda sidang adalah pemaparan keterangan pemerintah mengenai kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal RAPBN 2019. Ada juga PAW sejumlah anggota Dewan.

"Rapat terbuka untuk umum," kata Wakil Ketua DPR Utut Adianto selaku pemimpin sidang.

Berikut ini daftar kehadiran dalam sidang paripurna DPR hari ini:

  • Fraksi PDIP: 25 dari 109 anggota

  • Fraksi Partai Golkar: 25 dari 91 anggota

  • Fraksi Partai Gerindra: 10 dari 73 anggota

  • Fraksi Demokrat: 10 dari 61 anggota

  • Fraksi PAN: 15 dari 48 anggota

  • Fraksi PKB: 15 dari 47 anggota

  • Fraksi PKS: 15 dari 40 anggota

  • Fraksi PPP: 10 dari 39 anggota

  • Fraksi NasDem: 11 dari 36 anggota

  • Fraksi Hanura: 7 dari 16 anggota


Total yang hadir: 143 dari 560 anggota.

Izin: 60 anggota.

Bukan hanya kali ini



Rendahnya jumlah kehadiran anggota dewan dalam rapat bukan hanya kali ini terjadi.

Pada rapat paripurna pembukaan masa sidang persidangan ke-3 tahun sidang 2017/2018 di gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/1/2018) lalu, 323 anggota Dewan absen, 55 meminta izin.

Rapat saat itu dipimpin Plt Ketua DPR Fadli Zon. Selain Fadli, pimpinan DPR yang hadir ialah Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Agus Hermanto. Paripurna ini hanya beragendakan pidato pembukaan masa sidang oleh Fadli Zon.

Cederai mandat rakyat



Malasnya anggota DPR hadir dalam rapat sudah kerap menuai kritikan berbagai pihak.

Deputi Direktur Indonesian Parliamentary Center (IPC) Ahmad Hanafi, menilai rendahnya tingkat kehadiran anggota DPR itu telah mencederai mandat yang telah diberikan publik pada anggota DPR.

Hal ini, kata Ahmad, berpotensi secara otomatis menurunkan kepercayaan publik pada lembaga legislatif.

"Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa anggota DPR lebih mementingkan kepentingan partai daripada memperjuangkan kepentingan rakyat," katanya di Jakarta, Kamis (10/11/2016) lalu.

Untuk mencegah terus menurunnya tingkat kehadiran, dia berharap partai dan fraksi memahami tugas pokok dan fungsi anggota DPR, kemudian ikut mendorong mereka maksimal dalam menjalankan tugas.

"Boleh saja mereka menjalankan tugas dari partai, tetapi tidak kemudian membuat waktu dan tenaga mereka habis untuk partai," kata Hanafi.

Sementara itu, Mantan Ketua DPR RI Agung Laksono mengaku prihatin dengan rendahnya tingkat kehadiran para anggota dewan di setiap rapat.

"Absen itu memang kronis ya," katanya, Selasa (29/8/2017).

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini mengakui rendahnya kehadiran para anggota DPR di paripurna dan sidang komisi memang sudah berlangsung lama.

"Ini sudah lama berlangsung seperti itu, dan belum menemukan cara yang tepat untuk menghadirkan anggota dewan tepat waktu pada semua level persidangan," ujar Agung.
close