Saturday, April 21, 2018

Kasus BLBI, Rachmawati: Mestinya Megawati yang Diperiksa KPK

Jurnalpolitik.id - Rachmawati Soekarnoputri menilai, Megawati-lah yang mestinya diperiksa terkait kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Rachmawati mengatakan, saat masih menjabat presiden, Megawati Soekarnoputri sempat menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 18 Tahun 2002 tentang Pemberian Jaminan Kepastian Hukum kepada Debitur yang Telah Menyelesaikan Kewajibannya atau Tindakan Hukum kepada Debitur yang Tidak Menyelesaikan Kewajibannya Berdasarkan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS).

Berdasarkan Inpres tersebut, menurut Rachmawati, seharusnya KPK memeriksa Megawati.

"Menurut saya bukan Syafruddin Tumenggung yang diperiksa, tapi siapa yang memberi kebijakan Inpres Nomor 18 Tahun 2002. Itu pada waktu Presiden Megawati," kata Rahmawati dalam pidato di sebuah acara di Jakarta Selatan, Jumat (20/4).

Rachmawati menyebut KPK keblinger jika tidak memeriksa Megawati dalam kasus BLBI. Ia juga menilai kasus BLBI sebagai kasus korupsi yang paling menyengsarakan rakyat sepanjang sejarah Indonesia.

"Saudara tahu itu memang saudara saya, tapi saya tetap sebutkan. Soal keadilan, kebenaran, itu tidak ada pardon," tegasnya.

Baca juga: Rachmawati Tersinggung Berat Megawati Ajak Ahok ke Makam Bung Karno: Manusia Kayak Gitu kok Diajak

Diketahui, kasus BLBI sudah bergulir sejak era pemerintahan Megawati. Saat ini, KPK baru menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung sebagai tersangka korupsi penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim.

Kini Syafruddin ditahan. Berkas penyidikannya pun sudah selsai dan akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Selain bicara kasus BLBI, Rachmawati juga menyinggung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurutnya tidak pro rakyat.

"Misalnya bagi-bagi sepeda. Sekarang sudah lebih lagi naik motor ya, Pak. Bagi-bagi apalagi sertifikat tanah, lempar-lempar sembako. Dianggap apa rakyat ini dilempar-lempar begitu?" kata Rachmawati.

Rachmawati menutup pidatonya dengan meminta orang yanghadir untuk tidak lagi salah memilih presiden.

"Next 2019, insyaallah jangan sampai kita keliru lagi kalau kita ingin memenuhi harapan rakyat. Cari pemimpin yang amanah, yang mengerti penderitaan rakyat," ujarnya.

Baca juga: Amien Rais: Mas Jokowi Ini Sipil, Tapi Pikirannya Otoriter

---

CNN INDONESIA
close