Friday, December 15, 2017

Program OK OCE, Sandiaga: Saya Tak Mau Mengulang Kesalahan Pemprov Dulu

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengaku enggan mengulangi kesalahan pemerintah sebelumnya yang menurutnya yang tidak membantu para pelaku usaha memperoleh kemudahan mendapat modal melalui perbankan maupun pembiayaan.

Hal tersebut Sandi sampaikan saat menjelaskan soal sistem permodalan dalam program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE).

"Dan kesalahan Pemprov DKI dulu, sampai macet Rp 400 miliar lebih adalah tidak menyalurkan, karena Pemprov tidak memiliki kemampuan untuk menilai mana yang bisa diberikan pendanaan mana yang tidak," ujarnya.

Sebelumnya Sandi mengklarifikasi soal kata 'dimodalin' yang tertera di spanduk kampanye Pilkada DKI Jakarta yang dibuat oleh pihaknya.

Di spanduk tersebut tertulis 'Ayo bergerak ambil kesempatan. Dimodalin punya bisnis! Disediain tempat usaha! Dicariin Pembeli! Coblos nomor 3'.

Foto dari spanduk tersebut kembali ramai dibicarakan di media sosial tidak lama setelah keluar pernyataan dari Sandiaga yang intinya membantah bahwa dirinya dan Gubernur Anies Baswedan pernah berjanji memberikan bantuan modal untuk OK OCE saat kampanye Pilkada DKI dulu.

Sandi kemudian menjelaskan maksud dari isi spanduk itu dengan harapan agar warga DKI tak salah dalam menafsirkannya.

[caption id="attachment_12931" align="aligncenter" width="483"] Poster OKE OCE yang disebar saat kampenye Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.[/caption]

"Ya diklarifikasi (maksud isi spanduk)," kata Sandi kepada wartawan di Ballroom Grand Cempaka Hotel, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017).

"Dikasih modal tentunya dalam bentuk difasilitasi dengan Bank DKI dengan lembaga keuangan lainnya, jadi kita pastikan yang OK OCE itu mendapatkan permodalan," jelasnya.

Baca: Ketua OK OCE Lepas Tangan Terkait Spanduk “Dimodalin Punya Bisnis!”

Menurut Sandi, dalam program OK OCE Pemprov DKI Jakarta tidak serta merta memberikan bantuan modal secara langsung dalam sejumlah uang kepada warga DKI yang ingin berwirausaha.

Menurut dia, Pemprov hanya akan memberikan bantuan akses permodalan ke lembaga pembiayaan atau perbankan.

"Pemprov cuma mendapatkan dana Rp 82 miliar untuk program OKE OCE. Jadi itu hanya untuk pelatihan, karena pelatihan itu yang penting sekali. Duit banyak sekali di industri perbankan dan pembiayaan," katanya.

Selanjutnya, Sandi mengatakan bahwa kesalahan pemerintah provinsi DKI sebelumnya adalah tidak mau membantu para pelaku usaha memperoleh kemudahan mendapat modal melalui perbankan maupun pembiayaan.

Sandi pun mengaku enggan mengulangi kesalahan tersebut.

"Dan kesalahan Pemprov DKI dulu, sampai macet Rp 400 miliar lebih adalah tidak menyalurkan, karena Pemprov tidak memiliki kemampuan untuk menilai mana yang bisa diberikan pendanaan mana yang tidak," ujarnya.

Sandi pun kembali menegaskan keberpihakannya kepada pelaku usaha. Ia meminta masyarakat tak ragu pada sistem pemodalan dalam program OK OCE.

"Dari awal saya jelas dalam posisi ini karena saya membina UMKM itu sudah lebih dari 15 tahun, jadi saya tau," kata dia.

close