Tuesday, October 17, 2017

Spanduk "Kebangkitan Pribumi Muslim" Jadi Sorotan, Ini Kata Anggota FPI

Sebuah spanduk panjang membentang di depan Balaikota DKI Jakarta menjelang pelantikan Anies Baswedan - Sandiaga Uno sebagai Gubernur - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10/2017).

Spanduk itu menjadi sorotan lantaran berisi tulisan yang dinilai menyinggung SARA.

Spanduk tersebut bertuliskan "Terpilihnya Anies - Sandi adalah Simbol Kebangkitan Pribumi Muslim."

https://twitter.com/adharves/status/919868702497021952

Belum diketahui pasti siapa yang memasang spanduk raksasa tersebut. Namun salah seorang anggota Front Pembela Islam (FPI), Erfan, yang kebetulan sedang ada di tempat mengatakan, spanduk itu adalah bentuk kontribusi dari pribumi sebagai salah satu pendukung Anies-Sandi dalam pemilihan gubernur Jakarta.

"Selama ini (muslim) agak dimarjinalkan. Dengan gubernur baru ini mudah-mudahan yang muslim bisa dihargai lagi. Kemarin-kemarin itu seolah-olah umat Islam itu agak dipinggirkan," ujar Erfan.

Dia pun mengungkapkan harapannya dengan kepemimpinan Jakarta yang baru ini. Dia berharap pasangan Anies-Sandiaga mampu merangkul kembali semua golongan.

"Ini (spanduk) hanya menunjukkan semacam semangat mereka tapi bukan berarti mereka itu akan menjadi otoriter, tidak ada maksud ke sana," tutur Erfan.

Tanggapan netizen


Foto dari spanduk tersebut menyebar luas di media sosial dan menuai pro kontra netizen. Sebagian netizen mendukungnya, dan tidak sedikit pula yang mengecamnya.

Salah satunya pemilik akun Eko Kuntadhi.

Lewat Facebook, Eko menuliskan kritikannya terkait skeberadaan spanduk tersebut.

"Apa mereka mau rayakan kemenangan dengan terus menerus meneriakkan kebencian agama dan rasial?" tanya Eko lewat tulisannya.

"Apa kategorisasi muslim dan pribumi masih pantas diteriakkan oleh pendukung seorang Gubernur terpilih? Apa mereka hanya akan memungut pajak dan retribusi dari segolongan rakyat saja? Apa mereka akan melayani segolongan yang satu dan menistakan golongan lainnya?" imbuh dia.

Berikut kritikan Eko yang ia tuang dalam tulisan berjudul "Sara dan Rasis di Pelantikan Gubernur Jakarta"

Mereka bilang kemenangan Anies-Sandi bukan karena politisasi agama. Nah, sekarang spanduk pelantikannya saja seperti provokasi gesekan antar agama. Mengklaim kebangkitan pribumi muslim, katanya.

Apa mereka mau rayakan kemenangan dengan terus menerus meneriakkan kebencian agama dan rasial? Mau jadi apa Jakarta?

Jika begini cara Anies-Sandi dan pendukungnya meminta publik Jakarta menerima Gubernur baru, ini adalah cara paling norak dan bodoh.

Bagaimana akan didukung seluruh rakyat jika mereka sendiri menistakan keberagaman rakyat Jakarta.

Apa kategorisasi muslim dan pribumi masih pantas diteriakkan oleh pendukung seorang Gubernur terpilih? Apa mereka hanya akan memungut pajak dan retribusi dari segolongan rakyat saja? Apa mereka akan melayani segolongan yang satu dan menistakan golongan lainnya?

Lalu apa yang bisa diharapkan rakyat Jakarta yang plural ini dari perilaku para pendukung Gubernur baru yang model begini?

Kemenangan Anies-Sandi bukan kemenagan kaum muslim. Bukan kemenangan pribumi. Itu cuma kemenangan PKS dan Gerindra. Slogan muslim dan pribumi cuma dijadikan tunggangan untuk terus mengobarkan perpecahan.

Shame on you, Mr Governor!



https://twitter.com/adilpradipta/status/919910915746566144
close